Shalat merupakan kewajiban yang pertama kali diperintahkan oleh ALLAH kepada kaum muslimin melalui RasulNya ketika Beliau melakukan Isra' dan Mi'raj ke Sidratul Muntaha. Shalat adalah sarana komunikasi antara Sang Khalik dan makhluk yang sekaligus berfungsi sebagai pencegah dari perbuatan keji dan munkar, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an.
Di zaman sekarang, begitu banyak orang yang mengaku muslim tapi mereka tidak melaksanakan kewajiban yang paling penting ini, yaitu shalat. Mereka lalai dan mengganggap remeh urusan yang satu ini, padahal shalat adalah rukun Islam dan amalan yang pertama kali akan dihisab di akhirat kelak.
Orang yang melaksanakannya saja masih mendapat ancaman dari ALLAH, yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya, tidak khusyu' dan riya'. Lantas bagaimana dengan orang yang berani meninggalkannya? Konsekuensi (hukuman) apa yang layak bagi mereka yang meninggalkan shalat? Dan bagaimana pula tata cara shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain ALLAH dan bahwa Muhammad adalah utusan ALLAH, menegakkan shalat, dan membayar zakat. Jika mereka telah melakukan hal tersebut, maka mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam, dan hisab mereka ada pada ALLAH 'Azza wa Jalla." (H.R. Al-Bukhari no.25 dan Muslim no. 22)
Para ulama fiqh telah berbicara dan menulis tentang sifat (tata cara) shalat Nabi shallallanhu 'alaihi wasallam. Hal itu karena syarat diterimanya ibadah ada dua:
Di zaman sekarang, begitu banyak orang yang mengaku muslim tapi mereka tidak melaksanakan kewajiban yang paling penting ini, yaitu shalat. Mereka lalai dan mengganggap remeh urusan yang satu ini, padahal shalat adalah rukun Islam dan amalan yang pertama kali akan dihisab di akhirat kelak.
Orang yang melaksanakannya saja masih mendapat ancaman dari ALLAH, yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya, tidak khusyu' dan riya'. Lantas bagaimana dengan orang yang berani meninggalkannya? Konsekuensi (hukuman) apa yang layak bagi mereka yang meninggalkan shalat? Dan bagaimana pula tata cara shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain ALLAH dan bahwa Muhammad adalah utusan ALLAH, menegakkan shalat, dan membayar zakat. Jika mereka telah melakukan hal tersebut, maka mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam, dan hisab mereka ada pada ALLAH 'Azza wa Jalla." (H.R. Al-Bukhari no.25 dan Muslim no. 22)
- Shalat adalah Rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim dan muslimah.
- Shalat adalah tiang agama yang wajib ditegakkan dan dikokohkan.
- Shalat adalah sebaik-baik amal.
- Shalat adalah cahaya kehidupan seorang mukmin.
- Shalat adalah amal yang membawa keselamatan di dunia dan akhirat.
- Shalat adalah amal yang membawa ketenangan hati dan barakah.
- Shalat adalah jalan menuju Surga.
Para ulama fiqh telah berbicara dan menulis tentang sifat (tata cara) shalat Nabi shallallanhu 'alaihi wasallam. Hal itu karena syarat diterimanya ibadah ada dua:
- Ikhlas karena ALLAH Ta'ala semata.
- Ittiba' (mengikuti contoh) Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam.
Judul : Fiqih Shalat - Dilengkapi Fatwa dan Hukum Shalat
Penulis : Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah
Penerbit : Pustaka As-Sunnah
Tahun : 2011
Ukuran : 16 x 25 cm
Tebal : 759 halaman (HC)
Berat : 1.200 gram
ISBN : 978-979-3913-77-3
By Momentumpedia






