Menyampaikan nasehat yang baik merupakan perbuatan yang sangat mulia. Namun seringkali pelakunya tidak memperhatikan adab-adab yang harus dilakukan. Sehingga tidak jarang nasehat yang disampaikan tidak membekas, kurang mendapat tanggapan, atau bahkan diabaikan begitu saja oleh pendengarnya.
Di antara mereka ada yang memberikan nasehat dengan menggunakan ungkapan yang menyakitkan hati, sehingga orang yang diberi nasehat bukannya berubah dan meninggalkan kebiasaan buruknya, malah menantang dan semakin menjadi-jadi. Ada pula yang mengajak orang untuk melakukan suatu kebaikan, namun dia sendiri tidak melakukannya. Ada lagi yang menasehati seseorang di hadapan khalayak ramai, hingga membuat orang tersebut malu. Atau tidak merenungkan terlebih dahulu apa yang akan diucapkannya, apakah tepat untuk diucapkan ataukah tidak? Apakah akan berdampak posistif ataukah malah memperkeruh masalah? Ada juga yang memaksakan diri menyampaikan nasehat tertentu, sementara dia tidak mempunyai bekal ilmu yang memadai dalam apa yang disampaikannya, sehingga melakukan banyak kesalahan. Sementara yang lainnya menyampaikan nasehat panjang lebar hingga membuat pendengarnya bosan, jenuh, atau bahkan tertidur. Atau menggunakan bahasa yang sulit difahami, semata agar dikatakan intelek dan mendapat pujian orang. Ada pula yang melakukannya untuk tujuan materi, dan masih banyak kesalahan-kesalahan lainnya.
Di dalam memberikan nasihat, seseorang dituntut untuk membekali diri dengan adab-adab yang berkaitan dengannya, sehingga nasihat yang disampaikan membekas dan berdampak positif pada pendengarnya.
Di antara mereka ada yang memberikan nasehat dengan menggunakan ungkapan yang menyakitkan hati, sehingga orang yang diberi nasehat bukannya berubah dan meninggalkan kebiasaan buruknya, malah menantang dan semakin menjadi-jadi. Ada pula yang mengajak orang untuk melakukan suatu kebaikan, namun dia sendiri tidak melakukannya. Ada lagi yang menasehati seseorang di hadapan khalayak ramai, hingga membuat orang tersebut malu. Atau tidak merenungkan terlebih dahulu apa yang akan diucapkannya, apakah tepat untuk diucapkan ataukah tidak? Apakah akan berdampak posistif ataukah malah memperkeruh masalah? Ada juga yang memaksakan diri menyampaikan nasehat tertentu, sementara dia tidak mempunyai bekal ilmu yang memadai dalam apa yang disampaikannya, sehingga melakukan banyak kesalahan. Sementara yang lainnya menyampaikan nasehat panjang lebar hingga membuat pendengarnya bosan, jenuh, atau bahkan tertidur. Atau menggunakan bahasa yang sulit difahami, semata agar dikatakan intelek dan mendapat pujian orang. Ada pula yang melakukannya untuk tujuan materi, dan masih banyak kesalahan-kesalahan lainnya.
Di dalam memberikan nasihat, seseorang dituntut untuk membekali diri dengan adab-adab yang berkaitan dengannya, sehingga nasihat yang disampaikan membekas dan berdampak positif pada pendengarnya.
Judul : Kiat Istimewa Agar Nasehat Diterima
Penulis : Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd
Penerbit : Pustaka Al-Inabah
Tahun : 2015
Ukuran : 15.5 x 23.5 cm
Tebal : xiv + 206 halaman (SC)
Berat : 400 gram
ISBN : 978-979-1002-17-2
By Momentumpedia






