
Cinta dan benci adalah dua sifat fitrah yang melekat pada diri manusia, kapan pun dan di mana pun dia berada. Kedua sifat tersebut merupakan karunia ALLAH sejak manusia diciptakan. Cinta tidak selalu bermuatan positif; demikian pula sebaliknya, benci tidak selalu bermuatan negatif, sebagaimana dipahami oleh banyak orang.
Di dalam Islam, kedua kata yang berlawanan arti ini bisa sama-sama bermakna positif apabila disalurkan sesuai dengan aturan ALLAH. Bahkan, cinta dan benci bisa menjadi ladang amal shalih kalau dikelola dengan baik dan sesuai aturan Islam. Sebaliknya, keduanya dapat bermakna negatif apabila disalurkan secara bertentangan dengan aturan-Nya.
Siapakah yang harus Anda cintai? Siapakah yang boleh Anda benci? Bagaimanakah cara yang benar dalam mengelola cinta dan benci agar menjadi ladang amal shalih? Silahkan simak baik-baik pemaparannya dalam buku ini.
By Momentumpedia
Di dalam Islam, kedua kata yang berlawanan arti ini bisa sama-sama bermakna positif apabila disalurkan sesuai dengan aturan ALLAH. Bahkan, cinta dan benci bisa menjadi ladang amal shalih kalau dikelola dengan baik dan sesuai aturan Islam. Sebaliknya, keduanya dapat bermakna negatif apabila disalurkan secara bertentangan dengan aturan-Nya.
Siapakah yang harus Anda cintai? Siapakah yang boleh Anda benci? Bagaimanakah cara yang benar dalam mengelola cinta dan benci agar menjadi ladang amal shalih? Silahkan simak baik-baik pemaparannya dalam buku ini.
| Judul | : | Cinta dan Benci karena ALLAH |
| Judul Asli | : | Al-Hubbu wal bughdhu fillah |
| Penulis | : | Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilali |
| Penerbit | : | Pustaka Imam Asy-Syafi'i |
| Ukuran | : | 15.8 x 12 cm |
| Tebal | : | xix + 94 halaman (SC) |
| Berat | : | ± 99 gram |
| ISBN | : | 978-602-8062-01-5 |
By Momentumpedia






