"Lahwun (yang bermanfaat) itu ada tiga: engkau menjinakkan kudamu, engkau menembak panahmu, engkau bermain-main dengan keluargamu." (H.R. Ishaq bin Ibrahim Al-Qurrab, wafat 429 H., dalam Fadhail Ar-Ramyi no.13 dari Shahabat Abu Ad-Darda', dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' no.5498 )
"Barangsiapa yang menembak satu panah dalam jihad fī Sabilillah ia mendapat satu cahaya di hari kiamat kelak." (H.R. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no.17035, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no.1292)
"Sesungguhnya ALLAH akan memasukkan tiga orang ke dalam jannah karena satu anak panah, orang yang membuatnya dengan tujuan baik, orang yang melemparkannya, dan orang yang menyiapkannya. Hendaklah kalian memanah dan berkuda, sedangkan memanah lebih aku sukai daripada berkuda." (H.R. At-Tirmidzi, beliau mengatakan hadits hasan shahih)
Olahraga dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
Syaikh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam bukunya, Zād Al-Ma'ad, juga menekankan pentingnya berolahraga dan efeknya pada tubuh. Bagaimana olahraga memperkuat dan membentuk imunitas tubuh terhadap penyakit.
Diantara olahraga yang dicintai itu adalah memanah. Seperti cabang ilmu lainnya, ilmu memanah ini memiliki sanad yang bisa dirunut hingga ke jaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para Shahabat.
Ajaran Islam begitu lengkap dan sempurna, sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga menganjurkan umatnya untuk berolahraga, seperti olahraga berenang, memanah, berlari, berkuda, bergulat, dan lain sebagainya. Untuk itu, umat Islam janganlah malas berolahraga. Olahraga bertujuan untuk menjadikan manusia sehat dan kuat. Dalam Islam, sehat dipandang sebagai nikmat terbaik yang kedua setelah iman. Selain itu, banyak ibadah dalam Islam membutuhkan tubuh yang kuat, seperti shalat, puasa, haji, dan juga jihad. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa seorang mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah.
Selama ini belum ada yang menerjemahkan kitab Al-Furusyiyah Muhammadiyah karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah ini. Alhamdulillah setelah beberapa lama menunggu, seorang Pelatih Panah dan Penerjemah, InsyaALLAH berhasil menerjemahkan 'kitab langka' tersebut menjadi kitab dalam bahasa Indonesia yang berjudul "Teknik Memanah dalam Islam" menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dan mudah untuk dipraktikkan.
"Barangsiapa yang menembak satu panah dalam jihad fī Sabilillah ia mendapat satu cahaya di hari kiamat kelak." (H.R. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no.17035, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no.1292)
"Sesungguhnya ALLAH akan memasukkan tiga orang ke dalam jannah karena satu anak panah, orang yang membuatnya dengan tujuan baik, orang yang melemparkannya, dan orang yang menyiapkannya. Hendaklah kalian memanah dan berkuda, sedangkan memanah lebih aku sukai daripada berkuda." (H.R. At-Tirmidzi, beliau mengatakan hadits hasan shahih)
Olahraga dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
- Olahraga yang dicintai dan diridhai ALLAH;
- Olahraga yang dibenci dan dimurkai ALLAH;
- Olahraga yang tidak dicintai dan tidak dibenci oleh ALLAH.
Syaikh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam bukunya, Zād Al-Ma'ad, juga menekankan pentingnya berolahraga dan efeknya pada tubuh. Bagaimana olahraga memperkuat dan membentuk imunitas tubuh terhadap penyakit.
Diantara olahraga yang dicintai itu adalah memanah. Seperti cabang ilmu lainnya, ilmu memanah ini memiliki sanad yang bisa dirunut hingga ke jaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para Shahabat.
Ajaran Islam begitu lengkap dan sempurna, sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga menganjurkan umatnya untuk berolahraga, seperti olahraga berenang, memanah, berlari, berkuda, bergulat, dan lain sebagainya. Untuk itu, umat Islam janganlah malas berolahraga. Olahraga bertujuan untuk menjadikan manusia sehat dan kuat. Dalam Islam, sehat dipandang sebagai nikmat terbaik yang kedua setelah iman. Selain itu, banyak ibadah dalam Islam membutuhkan tubuh yang kuat, seperti shalat, puasa, haji, dan juga jihad. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa seorang mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah.
Selama ini belum ada yang menerjemahkan kitab Al-Furusyiyah Muhammadiyah karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah ini. Alhamdulillah setelah beberapa lama menunggu, seorang Pelatih Panah dan Penerjemah, InsyaALLAH berhasil menerjemahkan 'kitab langka' tersebut menjadi kitab dalam bahasa Indonesia yang berjudul "Teknik Memanah dalam Islam" menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dan mudah untuk dipraktikkan.
Judul : Teknik Memanah Dalam Islam
Penulis : Qari Afrizan Al-Khered
Penerbit : Al-Wafi Publishing
Tahun : 2018
Ukuran : 15.5 x 23.5 cm
Tebal : 218 halaman (HC)
Berat : 320 gram
ISBN : 978-979-1093-49-1
By Momentumpedia






